Pages

judul lainnya

pujian

Ayo saling berbagi ilmu !!!

laporan lain

Showing posts with label contoh laporan. Show all posts
Showing posts with label contoh laporan. Show all posts

Thursday, 12 November 2015

praktikum ilmu gizi FOOD RECALL & AKEI

Upaya perbaikan gizi dengan ruang lingkup nasional dimulai pada tahun 1980. Diawali dengan berbagai survei dasar, disusun strategi dan kebijakan yang pada umumnya melibatkan berbagai sektor terkait. Keberhasilan program perbaikan gizi dinilai berdasarkan laporan rutin dan juga survei berkala melalui survei khusus maupun diintegrasikan pada survei nasional seperti Susenas, Survei Kesehatan Rumah Tangga dan lain-lain.
Gizi merupakan salah satu beban berat bagi bangsa, hakekatnya berpangkal dari keadaan ekonomi dan pengetahuan masyarakat  tentang nilai gizi makanan, sehingga berpengaruh pada daya beli dan prilaku masyarakat yang dapat menurunkan status gizi ( Irianto, 2004 ).
Penilaian Konsumsi makan merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penentuan status gizi individu atau kelompok. Survey konsumsi makan individu dapat dilakukan dengan 5 cara, yaitu : food frequency, food recal 24 jam, food record, dietry history, dan food weighing. Pada praktikum ini,  metode yang digunakan adalah food record. Food record atau pencatatan pangan dilakukan dengan mencatat semua makanan, minuman serta suplemen vitamin dan mineral maupun suplemen makanan lainnya yang dikonsumsi oleh seseorang mulai dari pagi sampai menjelang pagi kembali (24 jam) dengan porsi atau ukuran rumah tangga yang dikonsumsi.
Bagian yang perlu dicatat oleh responden adalah makanan dan minuman beserta ukuran rumah tangga dan perkiraan berat makanan dan minuman menurut responden . Tidak lupa dicatat suplemen vitamin maupun mineral suplemen makanan lain yang dikonsumsi. Bila memungkinkan maka nama makanan dan minuman kemasan termasuk suplemen dicatat merek dan URT nya.
Energi sangat dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup, menunjang pertumbuhan, dan melakukan aktivitas fisik. Energi yang digunakan diperoleh dari karbohidrat, lemak dan protein yang ada didalam bahan makanan. Kandungan karbohidrat, lemak dan protein suatu bahan makanan akan menentukan nilai energinya. Konsumsi energi didefinisikan sebagai suatu energi yang dikeluarkan atau dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan aktivitas tertentu. Konsumsi energi pada manusia diukur dengan KiloKalori (KKal) (Almatsier, 2003).
Kebutuhan Energi dan konsumsi energi haruslah seimbang dan mencukupi bagi seseorang, karena hal ini akan mempengaruhi pertumbuhannya.
TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara menghitung jumlah kalori yang dihasilkan oleh setiap orang dari apa yang dikonsumsinya dengan metode food recall dan untuk mengetahui cara menghitung jumlah angka kecukupan energi individu.
BAHAN DAN ALAT
Adapun alat yang digunakan adalah kertas, pena untuk mencatat, DKBM, tabel AKEI.
CARA KERJA
Adapun cara kerja dari metode food recall adalah sebagai berikut :
Responden diwawancarai, makanan dan minuman apa saja yang dikonsumsinya selama 24 jam kemudian dicatat.
Jumlah asupan energi yang dicatat adalah jumlah asupan energi sehari sebelumnya.
Hasil pencatatan makanan dan minuman termasuk suplemen beserta ukuran rumah tangga dari masing-masing makanan dan minuman yang dikonsumsi dikonversi dulu ke berat makanan. Kemudian diolah secara manual dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM).
Adapun cara kerja perhitungan AKEI adalah sebagai berikut :
Responden diminta untuk mencatat kegiatan apa saja yang dilakukannya selama 24 jam.
Setiap kegiatan dicatat berapa durasi atau lama waktu kegiatan tersebut dilakukan.
Hasil pencatatan kegiatan dalam sehari tersebut kemudian diolah secara manual untuk mengetahui berapa jumlah Angka Kecukupan Energi Individunya.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :


Pembahasan
Pemilihan bahan makanan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor pendukung maupun penghambatnya. Diantaranya adalah sumber pengetahuan masyarakat tentang gizi yang terkandung dalam makanan, pengetahuan tentang kebutuhan gizi masing – masing individu, daya beli masyarakat yang rendah dan jarak toko atau pusat perbelanjaan serta faktor kesukaan terhadap makanan yang akan dikonsumsi (Suyatno, 2000)
Metode food recall sangat bergantung pada daya ingat responden yang diwawancara, karena pada metode ini makanan yang dicatat merupakan makanan yang telah dikonsumsi oleh responden sehari sebelumnya. Berdasarkan pada hasil yang didapatkan maka dapat diketahui bahwa jumlah energi yang dibutuhkan oleh seorang perempuan berusia 20 tahun sekitar 1492,36 kkal, sedangkan jumlah asupan energinya adalah 1348,97 kkal. Jika mengacu pada standar kebutuhan untuk seorang perempuan usia 20 tahun maka jumlah asupan energi yang dikonsumsinya masih kurang, karena kebutuhannya harus mencapai 1900 kkal.
Sedangkan berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh pasangan saya, dapat diketahui bahwa jumlah asupan energi yang saya konsumsi mencapai 5192,5 kkal dan jumlah kecukupan energi individu mencapai 4343 kkal. Berdasarkan pada standar jumlah konsumsi ini sangat besar karena jumlah standarnya hanya mencapai 2500 kkal.
Berdasarkan pada data yang diperoleh tersebut maka dapat diketahui bahwa jumlah asupan energi pria dan wanita sangat berbeda, hal ini mungkin terjadi karena kebutuhan energi kegiatan yang dilakukan juga berbeda. Pria memiliki lebih banyak perkerjaan yang masuk dalam kategori berat sedangkan wanita lebih banyak melakukan kegiatan ringan sehingga angka kecukupan energi individunya lebih kecil dibandingkan dengan pria. Jumlah kecukupan energi ini juga berpengaruh pada jumlah energi yang dikonsumsi oleh individu tersebut, semakin besar energi yang dikeluarkan maka akan semakin besar pula energi yang dikonsumsi dan harus dikonsumsi oleh individu tersebut.



KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
Jumlah asupan energi pada setiap individu berbeda beda, tergantung pada usia maupun jenis kelamin.
Jumlah asupan energi juga dipengaruhi oleh jenis kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut.
Angka kecukupan energi individu pria lebih besar dibandingkan dengan wanita.
Energi yang dikeluarkan harus seimbang untuk mendukung pertumbuhan seseorang.


DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Direktorat Gizi Masyarakat. 2004. Surveilan Gizi. Jakarta; Perpustakaan RI.
Irianto, 2004. Penilaian Status Gizi . jakarta ; EGC kedokteran
Mahmud, Mien K. dkk. 2009. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Jakarta: PT Elek Media Komputindo
Suyatno. 2000 . Survei Konsumsi Indikator Gizi . Semarang; Univercity Diponegoro Press.

PRAKTIKUM ILMU GIZIAKG DAN AKP

Kecukupan nilai gizinya rata – rata yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi hampir semua (97,5%) orang sehat dalam kelompok umur, jenis kelamin dan fisiologis tertentu. Nilai asupan harian zat gizi yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan gizi mencakup 50% orang sehat dalam kelompok umur, jenis kelamin dan fisiologis tertentu disebut dengan kebutuhan gizi. Kecukupan energi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, status fisiologis, kegiatan, efek termik, iklim dan adaptasi. Untuk kecukupan protein dipengaruhi oleh faktor-faktor umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, status fisiologi, kualitas protein, tingkat konsumsi energi dan adaptasi (Evinaria, 2004).
Dari data pada tingkat nasional akan dilakukan kebijakan-kebijakan pangan secara nasional termasuk beberapa pangan yang harus diimport dari negara lain apabila produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan (Cindra, 2010).
Angka kecukupan gizi (AKG) adalah tingkat konsumsi gizi esensial yang dinilai mampu untuk mencukupi kebutuhan gizi seseorang yang dianggap sehat atau cukup disuatu negara. Angka Kecukupan Gizi untuk orang Indonesia dibuat berdasarkan pada patokan berat badan dan tinggi badan dan dikelompokkan berdasarkan pada umur, gender, dan aktivitas fisik yang ditetapkan secara berkala melalui survey penduduk.
Selain berdasarkan pada kelompok umur, Angka Kecukupan Gizi juga dibuat khusus untuk seseorang yang berkebutuhan khusus seperti ibu yang sedang hamil atau menyusui. Angka Kecukupan Gizi digunakan untuk mengetahui apakah status gizi seseorang itu sudah optimal atau belum, tetapi Angka Kecukupan gizi berbeda dengan Angka Kebutuhan Gizi (Dietary Requirement). Angka Kebutuhan Gizi merupakan banyaknya gizi yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mempertahankan status gizinya, sedangkan Angka Kecukupan Gizi merupakan jumlah gizi yang dikonsumsi oleh seseorang untuk mencukupi kebutuhannya.
Angka kecukupan protein (AKP) merupakan nilai atau tingkat konsumsi protein seseorang yang dibutuhkan untuk mencegah kehilangan protein agar memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan protein yang digunakan sebagai zat pembangun. Kebutuhan protein dapat diukur atau digunakan setelah kebutuhan energi seseorang terpenuhi. Protein merupakan zat yang dibutuhkan untuk membangun jaringan tubuh dan sangat diperlukan dalam fase pertumbuhan, selain itu protein juga disebut sebagi zat pengatur karena perannya sangat penting dalam sistem jaringan bahkan dalam tingkat sel sekalipun protein memiliki peranan yang sangat penting.
TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan AKG dan AKP berdasarkan umur dan gender serta untuk mengetahui cara menghitungnya.
BAHAN DAN ALAT
Adapun alat yang digunakan adalah kertas, pena untuk mencatat dan tabel AKG.
CARA KERJA
Responden mencatat berat badan dan tinggi badan masing – masing.
Data tinggi badan dan berat badan tersebut kemudian  ditukar dengan pasangan atau responden lain dengan yang berbeda.
Jumlah AKG dan AKP dihitung oleh  masing – masing dan pasangan
Hasil perhitungan dibandingkan antara responden perempuan dan laki – laki.



HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :
Laki – laki (Rian)
No
Kebutuhan Gizi dan Kecukupan Gizi
Hasil Perhitungan
1
Indeks Masa Tubuh (IMT)
2
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Energi
3
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Protein
4
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin A
5
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin D
6
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin E
7
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin K
8
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Tiamin
9
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Riboflavin
10
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Niasin
11
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Asam Folat
12
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Piridoksin
13
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin B12
14
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin C
15
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kalsium
16
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Fosfor
17
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Magnesium
18
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Besi
19
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Yodium
20
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Seng
21
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Selenium
22
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Mangan
23
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Flour
Perempuan (Aslamiah)
No
Kebutuhan Gizi dan Kecukupan Gizi
Hasil Perhitungan
1
Indeks Masa Tubuh (IMT)
2
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Energi
3
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Protein
4
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin A
5
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin D
6
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin E
7
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin K
8
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Tiamin
9
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Riboflavin
10
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Niasin
11
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Asam Folat
12
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Piridoksin
13
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin B12
14
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Vitamin C
15
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kalsium
16
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Fosfor
17
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Magnesium
18
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Besi
19
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Yodium
20
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Seng
21
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Selenium
22
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Mangan
23
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Flour

Pembahasan
Angka kecukupan gizi seseorang dapat diketahui dengan mengukur tinggi badan dan berat badan orang tersebut, AKG ini dikelompokkan berdasarkan usia dan gender orang tersebut. Angka kecukupan gizi seseorang berbeda jika umur dan atau gendernya berbeda, hal ini dikarenakan tingkat kebutuhan energi dan aktivitas yang dilakukan juga berbeda. Seorang laki – laki memiliki angka kecukupan gizi yang tinggi karena aktivitasnya yang lebih berat dari perempuan, usia dewasa dan produktif juga memiliki angka kecukupan gizi yang tinggi dibandingkan dengan usia muda ataupun manula.
Berdasarkan pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa jumlah AKG energi responden Pria usia 20 tahun berkisar pada 2300 kkal sedangkan untuk wanita usia 20 tahun hanya berkisar pada 1600kkal jumlah ini merupakan sudah lumayan meskipun masih kurang dari standar AKG Energi yang telah ditetapkan. Indeks masa tubuh responden pria normal karena berada dikisaran 19,55 kg/m sedangkan pada responden wanita indeks masa tubuhnya menunjukkan bahwa responden ini kurus karena berada dikisaran 17,8 kg/m.
Sedangkan untuk Angka kecukupan proteinnya, kedua responden ini memiliki angka kecukupan protein yang cukup atau lebih dari AKP standar, sehingga dapat dikatakan bahwa kebutuhan protein yang berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur dapat terpenuhi sehingga tidak memperlambat pertumbuhan dan perkembangan kedua responden ini.

KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
Angka Kecukupan Gizi seseorang dapat dihitung dengan mengukur berat badan dan tinggi badan, AKG dikelompokkan berdasarkan umur dan gender.
Kekurangan angka kecukupan gizi dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang angka kecukupan gizi dan asupan gizi pada masing – masing individu.
Angka kecukupan protein menunjukkan jumlah protein yang digunakan untuk zat pembangun dan pengatur.
Responden pria yaitu saya memiliki IMT normal dan AKG yang cukup dan AKP yang lebih dari AKP standar.
Responden wanita memiliki IMT kurus dan AKG yang cukup dan AKP yang lebih dari AKP standar.
DAFTAR PUSTAKA
Cindra. 2010. Laporan Praktikum Ilmu Gizi dan Diet. (online) (http://cindradoankymailcom.blogspot.com/2010/07/laporan-praktikum-ilmu-gizi-dandiet_01.html.
diakses 10 oktober 2012).
Evinaria.2004. Penilaian Gizi, (online) (http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkmGizi-
evawany2.pdf, diakses 10 Oktober 2012).
Misnani. 2010. Angka kecukupan gizi. (online) (http://misnanidulhadi.blogspot.com
/2010/09/angka-kecukupan-energi-oleh-misnani.html. diakses 10 oktober 2012).

PRAKTIKUM ILMU GIZIFOOD RECORD

Upaya perbaikan gizi dengan ruang lingkup nasional dimulai pada tahun 1980. Diawali dengan berbagai survei dasar, disusun strategi dan kebijakan yang pada umumnya melibatkan berbagai sektor terkait. Keberhasilan program perbaikan gizi dinilai berdasarkan laporan rutin dan juga survei berkala melalui survei khusus maupun diintegrasikan pada survei nasional seperti Susenas, Survei Kesehatan Rumah Tangga dan lain-lain.
Gizi merupakan salah satu beban berat bagi bangsa, hakekatnya berpangkal dari keadaan ekonomi dan pengetahuan masyarakat  tentang nilai gizi makanan, sehingga berpengaruh pada daya beli dan prilaku masyarakat yang dapat menurunkan status gizi ( Irianto, 2004 ).
Penilaian Konsumsi makan merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penentuan status gizi individu atau kelompok. Survey konsumsi makan individu dapat dilakukan dengan 5 cara, yaitu : food frequency, food recal 24 jam, food record, dietry history, dan food weighing. Pada praktikum ini,  metode yang digunakan adalah food record. Food record atau pencatatan pangan dilakukan dengan mencatat semua makanan, minuman serta suplemen vitamin dan mineral maupun suplemen makanan lainnya yang dikonsumsi oleh seseorang mulai dari pagi sampai menjelang pagi kembali (24 jam) dengan porsi atau ukuran rumah tangga yang dikonsumsi.
Bagian yang perlu dicatat oleh responden adalah makanan dan minuman beserta ukuran rumah tangga dan perkiraan berat makanan dan minuman menurut responden . Tidak lupa dicatat suplemen vitamin maupun mineral suplemen makanan lain yang dikonsumsi. Bila memungkinkan maka nama makanan dan minuman kemasan termasuk suplemen dicatat merek dan URT nya.
Metode pencatatan pangan dalam survei konsumsi gizi merupakan Gold Standar (baku emas) untuk menentukan seberapa banyak makanan dan minuman benar-benar dikonsumsi oleh seseorang dalam sehari semalam (24 jam).
TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara menghitung jumlah kalori yang dihasilkan oleh setiap orang dari apa yang dikonsumsinya dengan metode food record.
BAHAN DAN ALAT
Adapun alat yang digunakan adalah kertas, pena untuk mencatat dan DKBM.
CARA KERJA
Responden mencatat segala makanan dan minuman yang dikonsumsi beserta ukuran rumah tangga atau porsi makanan secara rinci termasuk suplemen yang dikonsumsi. Pencatatan dilakukan dilembar kertas yang disediakan.
Pencatatan makanan dilakukan selama satu hari.
Hasil pencatatan makanan dan minuman termasuk suplemen beserta ukuran rumah tangga dari masing-masing makanan dan minuman yang dikonsumsi dikonversi dulu ke berat makanan. Kemudian diolah secara manual dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)
Pembahasan
Pemilihan bahan makanan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor pendukung maupun penghambatnya. Diantaranya adalah sumber pengetahuan masyarakat tentang gizi yang terkandung dalam makanan, pengetahuan tentang kebutuhan gizi masing – masing individu, daya beli masyarakat yang rendah dan jarak toko atau pusat perbelanjaan serta faktor kesukaan terhadap makanan yang akan dikonsumsi (Suyatno, 2000)
Berdasarkan pada hasil yang didapat dari pencatatan makanan yang dikonsumsi oleh responden, maka dapat diketahui bahwa jenis kelamin juga mempengaruhi jumlah makanan dan kebutuhan gizi yang diperlukan, selain itu usia juga memiliki peran yang signifikan dan juga mempengaruhi kebutuhan konsumsi makanan bagi seseorang, hal ini juga disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh orang tersebut.
Kebutuhan energi yang kurang dapat menyebabkan orang menjadi kurus, sedangkan jika melebihi kebutuhan maka akan membuat kita kelebihan gizi dan menglami kegemukan atau obesitas. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang kebutuhan gizi sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Dengan pengetahuan yang kita miliki itu, kita dapat menjaga asupan dan pola makan kita agar hidup kita menjadi sehat.
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
Kebutuhan makanan pada setiap individu berbeda, tergantung pada usia maupun jenis kelamin.
Kekurangan gizi dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang angka kecukupan gizi pada masing – masing individu.
Jenis makanan yang dikonsumsi dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dan juga tempat tinggalnya.

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Gizi Masyarakat. 2004. Surveilan Gizi. Jakarta; Perpustakaan RI.
Irianto, 2004. Penilaian Status Gizi . jakarta ; EGC kedokteran
Mahmud, Mien K. dkk. 2009. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Jakarta: PT Elek Media Komputindo
Suyatno. 2000 . Survei Konsumsi Indikator Gizi . Semarang; Univercity Diponegoro Press.

Tuesday, 10 November 2015

tips mengusir bosan anak kosan

menjadi pelajar atau mahasiswa memang dipenuhi hari hari yang kadang membosankan setelah tentunya kita melewati hari sibuk penuh laporan pr dan tugas yang menumpuk hal ini membuat sebagian kita merasa penat dengan aktivitas yang itu itu saja, untuk itu diperlukan beberapa aktivitas penunjung yang mungkin bisa membuat mood kita bagus terus. apalagi kalau kita adalah seorang anak kosan, anak kosan yang hiduo jauh dari keluarga lebih rentan mengalami kepenatan karena kegiatannya hanya dikosan atau diwarnet saja. untuk kalian yang ngekos berikut adalah tipsnya agar tidak penat baik untuk pelajar maupun mahasiswa.
1. ikut organisasi.
ikut organisasi sudah lakukan bahkan sebelum saya dapat mengeja queue dengan benar. mulai dari smp sampai sma saya aktif di organisasi terkhusu osis, kalau dikampus biasa ada bem atau badan badan yang dinaunginya. nah disini kita jadi memiliki kegiatan tiap hari yang membuat kita jadi sibuk, dengan kesibukan itu dapat mengusir kepenatan dan mendatangkan kepenatan yang lain. organisasi juga membuka wawasan tentang semacam ad/art membuat kita memiliki banyak teman dan bisa mengeluarkan pendapat. banyaknya teman berarti banyak keluarga baru, berarti banyak obrolan baru, berarti banyak ilmu baru, bersyukur saya sudah mencicipi meskipun juga mengalami kebosanan karena tak dapat membagi waktu, ini yang paling penting. hidup berorganisasi memang membuat kita semangat namun terkadang lupa pada kesehatan lupa pada sekolahan. sebagian orang akan memilih fokus salah satu, itulah kenapa keaktifan diorganisasi sering berbanding terbalik dengan prestasi akademik, namun karena orang yang ikut organisasi kebanyakan orang yang sudah ditakdirkan memiliki kemampuan akademik diatas rata rata maka dari itu nilai akademik mereka tidak jeblok. organisasi juga tidak hanya yang ada dikampus atau sekolah banyak organisasi diluar itu yang juga bagus seperti Ikatan remaja masjid dan lain sebagainya.
2. komunitas
ikut komunitas dan organisasi sebenarnya sama saja keunggulannya dan struktur kepengurusanny, namun yang membedakan disini adalah kalau organisasi memiliki ad/art yang sudah ada sejak jaman belanda sehingga setiap peraturan dan jobdescnya sudah jelas dan setiap kegiatannya juga sudah terjadi berulang ulang. sedangkan komunitas biasanya sekumpulan orang yang memiliki hobi dibidang yang sama, misalnya motor, pecinta hewan atau bahkan fotografer. sekali lagi keunggulannya sama saja kita juga memiliki teman baru, keluarga baru, obrolan baru. sayangnya untuk ikut komunitas minimal kita juga punya hobi. misal komunitas moge, kit juga harus punya moge meskipun dibilang diawal tidak perlu punya tapi untuk apa kita ikut kalau tidak maksimal ilmunya.
3. nongkrong
nongkrong tidak jelas juga bagus untuk mengusir kepenatan meskipun banyak yang menilai negatif namun nongkrong seperti ini dapat menambah wawasan asal kita juga dapat menjaga diri dan memilih tempat nongkrong yang benar misalnya dimasjid sambil nunggu adzan. kumpul kumpul didepan gang juga bagus kalau obrolan bagus dan tidak meresahkan masyarakat karena disinilah biasanya muncul ide komunitas atau perubahan bermula. nongkrong tidak jelas.
4. olahraga
kebanyakan futsal, pertama kali futsal booming saat aku masih kelas X, sekitar tahun 2007 mungkin juga aku yang baru tahu futsal kali ya. tapi kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan untuk dilakukan. hampir setiap minggu atau minimal dua minggu sekali selalu pergi main futsal meskipun harus antri karena masih sedikit tempat penyewaan lapangan. olahraga lain seperti voli atau badminton juga menyenangkan dilakukan setiap sore kalau sedang tidak ada kegiatan. dan yang paling mainstream adalah jogging, sederhana namun bagus karena juga dapat berkumpul dengan sesama manusia.
5. mancing
mancing termasuk olahraga dan komunitas namun saya buat tersendiri karena tak perlu ikut komunitas atau berperalatan khusus ketempat jauh jauh untuk dapat menyalurkan keinginan ini.
saya hobi mancing setelah membaca tentunya hal ini dikarenakan saya lahir didaerah yang tertinggal dan dikelilingi sungai dikanan dan kiri. dengan segala kesulitan akses membuat saya suka membaca untuk melihat dunia luar sana, selain membaca mancing bisa saya lakukan setiap hari dikampung tergantung pasang surut air sungai. hobi memancing menghilangkan stress dan kepenatan kalau berhasil dapat ikan namun bagi yang tak suka malah jadi tambah pusing dengan segala kerepotannya. seperti yang sudah saya katakan mancing tak perlu alat tangkas canggih segala rupa, cukup joran bambu dan kail sederhana tempatnya disekitar kosan, rawa atau parit yang berpotensi mendatangkan untung.
6. blogging
salah satu sosmed yang sudah saya gemari sejak SMA kelas 2 saat internet baru digerbang 3G, dengan semua keleletan dan kemahalan paketnya itu. beruntung provider Smart dulu yang masih sangat murah bahkan sampai sekarang membuat keegiatan berblogging ria menjadi menyenangkan, ini tentunya kegiatan yang hanya digemari orang yang suka berlama lama menatap monitor dan ber jam jam online. selain blogging ada juga sosmed lain yang juga menawarkan sedikit kesenangan seperti twitter path atau instagram sayangnya sosmed ini juga sudah sedikit saya kurangi karena kebanyakan isinya pamer saja. sedikit info yang sekarang dibagikan oleh para netizen, solidaritas juga sudah berkurang semenjak adanya para penyedia jasa untuk menyuarakan pendapat. kritik terhadap pemerintah atau informasi yang kadang menjadi tren topik karena dibayar.
namun bagaimana pun sosmed masih menyenangkan karena sekarang juga banyaknya ragam meme kritikan yang dibuat kemudian beberapa tren topik yang dibuat sebagai kritik murni buatan netizen.
itulah beberapa kegiatan yang menurut saya dapat membuang sedikit penat dalam menjalani rutinitas sebagai kosan.ers. !!!
salam indomie,,,!!!

Tuesday, 3 November 2015

PRAKTIKUM PANGAN FUNGSIONAL DAN FITOKIMIA PANGANANALISA KLOROFIL

Latar Belakang
Klorofil merupakan kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat dalam tumbuhan yang menyerap cahaya merah, biru dan ungu, serta merefleksikan cahaya hijau yang menyebabkan tumbuhan memperoleh ciri warnanya dan terdapat dalam kloroplas serta memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses fotosintesis. Beberapa klorofil pada tumbuhan yaitu : Klorofil A merupakan salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan autotrof; Klorofil B terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat  (Hayati, 2010).
Klorofil a adalah warna hijau tua pada daun, sedangkan klorofil b adalah warna hijau muda pada daun. Selain itu ada daun memiliki warna kuning, merah tua, ungu dan warna-warna lain yang disebut karotenoid. Klorofil a merupakan zat yang paling berperan dalam fotosintesis. Sementara warna lainnya disebut juga pigmen, sebagai penunjang yang membantu menampung sinar matahari kemudian disalurkan pada klorofil a. hal ini membantu mempercepat proses fotosintesis. Klorofil A merupakan salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan autotrof. Klorofil B terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat. Klorofil C terdapat pada ganggang coklat Phaeophyta serta diatome Bacillariophyta. Klorofil d terdapat pada ganggang merah Rhadophyta. Akibat adanya klorofil, tumbuhan dapat menyusun makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari (Hartoyo, 2012).
Klorofil adalah zat warna hijau alami yang umumnya terdapat dalam daun, sehingga sering disebut juga zat hijau daun. Tahun 1818, untuk pertama kalinya Pelletier dan Caventou memakai nama klorofil untuk menggambarkan komplek pigmen yang memberikan warna hijau pada daun tanaman. Warna hijau tersebut disebabkan klorofil tidak efektif dalam penyerapan cahaya gelombang hijau dan hanya memantulkannya saja. Klorofil menunjukkan serapan maksimum di daerah biru (400-450 nm) dan merah (650-700 nm) dari spektrum tampak.
Pigmen klorofil sangat berperan dalam proses fotosintesis tumbuhan dengan mengubah energi cahaya yang diserap menjadi energi kimia, kemudian menyimpannya sebagai nutrisi. Ribuan pigmen klorofil dalam kloroplas bereaksi dengan sinar matahari dalam waktu yang sangat singkat, yaitu sekitar 1/ 1000 detik, suatu ukuran waktu yang sangat singkat. Klorofil merupakan substansi unik dalam tumbuhan hijau yang memberikan karakteristik warna hijau dan sering disebut sebagai darah tanaman. Klorofil merupakan nutrisi yang larut dalam lemak. Klorofil sangat bermanfaat bagi manusia yang telah dibuktikan melalui penelitian oleh beberapa ahli. Orang-orang Yunani kuno menunjukkan kemampuan mereka dalam hal obat-obatan alami menggunakan tumbuhan berdaun hijau untuk mengatasi bermacam-macam penyakit seperti luka atau lecet (Taiz, 2004)
Klorofil merupakan suplemen yang kaya akan mineral penting, yang dapat membantu perbaikan jaringan, membersihkan darah, membantu hati dalam mem-produksi sel darah merah dan pembersih tubuh internal. Selain itu, suplemen klorofil juga diperlukan tubuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengatur peredaran darah, pencernaan, saluran air seni dan sistem pernafasan. Sebagai obat, suplemen klorofil juga berkhasiat sebagai anti kanker, anti peradangan, antioksidan, penyembuh luka, memperbaiki masalah pencernaan seperti konstipasi (sulit buang air besar) dan anemia
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menganalisa kandungan klorofil pada beberapa sampel tumbuhan.
.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Klorofil
Klorofil adalah pigmen hijau yang ada dalam kloroplastida. Pada umumnya klorofil terdapat pada kloroplas sel-sel mesofil daun, yaitu pada sel-sel parenkim palisade dan atau parenkim bunga karang. Dalam kloroplas, klorofil terdapat pada membran thylakoid grana. Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat dua jenis klorofil yaitu klorofil-a dan klorofil-b. Pada keadaan normal, proporsi klorofil-a jauh lebih banyak daripada klorofil-b. Selain klorofil, pada membran thylakoid juga terdapat pigmen-pigmen lain, baik yang berupa turunan-turunan klorofil-a maupun pigmen lainnya. Kumpulan bermacam-macam pigmen fotosintesis disebut fotosintem, berperan menjerap energi cahaya (foton, kuantum) pada reaksi terang untuk menghasilkan energi kimia berupa ATP dan NADPH2.
Klorofil (chlorophyll) adalah zat pembawa warna hijau pada tumbuh- tumbuhan. Klorofil berasal dari bahasa Yunani: khloros (hijau kekuningan) dan phullon (daun). Khlorofil termasuk zat makanan yang sudah ribuan tahun akrab dengan sel-sel tubuh manusia. Zat hijau atau hijau kebiruan ini merupakan sel hidup pertama yang tumbuh di atas muka bumi, dalam bentuk lumut (Blue-green algae) sekitar tiga setengah milyar tahun lalu (Santoso, 2004).
Fungsi Klorofil berperan melakukan fotosintesa, menyerap dan menggunakan energi sinar matahari untuk mensintesa oksigen dan karbohidrat dari CO2 dan air pada tumbuh-tumbuhan. Fotosintesa tidak hanya penting bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan. Tetapi juga bagi manusia karena sebagian besar kebutuhan gizi berasal dari tumbuh-tumbuhan.Di dalam tubuh manusia, klorofil berfungsi (Santoso, 2004).
Contoh turunan klorofil-a yang berperan penting pada fotosintesis adalah feofitin (kloforil-a yang kehilangan inti Mg, menjadi salah satu komponen fotosintem II), pigmen yang peka terhadap λ 680 nm (P680 = sebagai pusat reaksi fotosistem II) , dan P700 (menjadi pusat reaksi fotosintem I). Pigmen yang lain antara lain carotenoida dan Xantofil. Molekul klorofil tersusun atas 4 cincin pirol dengan Mg sebagai inti. Pada klorofil terdapat rangkaian yang disebut fitil (C20H39O) yang jika terkena air dengan pengaruh enzim klorofilase akan berubah menjadi fitol (C20H39OH). Fitol adalah alkohol primer jenuh yang mempunyai daya afinitas yang kuat terhadap O2 dalam proses reduksi klorofil. Sifat fisik klorofil adalah menerima dan atau memantulkannya dalam gelombang yang berlainan (berpendar = berfluorescens). Klorofil banyak menyerap sinar dengan panjang gelombang antara 400-700 nm, terutama sinar merah dan biru. Sifat kimia klorofil menurut antara lain (1) tidak larut dalam air, melainkan larut dalam pelarut organik yang lebih polar, seperti etanol dan kloroform, (2) inti Mg akan tergeser oleh 2 atom H bila dalam suasana asam, sehingga membentuk suatu persenyawaan yang disebut feofitin yang berwarna coklat.
Perkembangan kloroplas secara fungsional berasal dari proplastida yang ada pada kecambah. Seiring dengan berkembangnya daun pada kecambah, proplastida berkembang menjadi etioplas yang khas dengan badan prolamelar-nya. Oleh adanya cahaya yang cukup, badan prolamelar akan membentuk tilakoid dari kloroplas fungsional. Sintesis klorofil pada Angiospermae tergantung pada cahaya. Prekursor untuk sintesis klorofil adalah protoklorofilid yang disintesis dari protoporfirin IX oleh magnesium menjadi cincin porfirin. Protoklorofilid diubah menjadi klorofilid a kemudian berkembang menjadi klorofil a melalui proses fitilasi (dengan penambahan fitil). Bila klorofil a teroksidasi maka akan menjadi klorofil b.
Klorofil juga merupakan pigmen pemberi warna hijau pada tumbuhan, alga dan bakteri fotosintetik. Senyawa ini berperan dalam proses fotosintesis tumbuhan dengan menyerap dan mengubah tenaga cahaya menjadi tenaga kimia          (Abdul Muthalib, 2009).
Dalam proses fotosintesis, terdapat 3 fungsi utama dari klorofil yaitu memanfaatkan energi matahari, memicu fiksasi CO2 menjadi karbohidrat melalui proses anabolisme yang diubah menjadi protein, lemak, asam nukleat dan molekul organik lainnya serta menyediakan dasar energetik bagi ekosistem secara keseluruhan (Abdul Muthalib, 2009).
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tempat dan Waktu
Praktikum Analisa Klorofil dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya pada hari Senin, 11 November 2013 pukul 12.30 WIB s.d selesai.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum analisa klorofil, antara lain : 1) gelas ukur, 2) kertas saring, 3) mortar, 4) pipet tetes, 5) pipet ukur, 6) spektofotometer.
Bahan yang digunakan pada praktikum analisa total fenol, antara lain : 1) aseton 80%, 2) daun jambu biji, 3) daun mahkota dewa, 4) daun pepaya, 5) daun sirih.
Cara kerja
Cara kerja praktikum ini adalah :
Daun segar sebanyak 50 mg dihaluskan dalam mortar yang diberi 1 mL aseton 80%
Hasil gerusan daun ditambahkan 4 ml aseton hingga volume larutan menjadi 10 mL, kemudian disaring menggunakan kertas filter Whatman 41
Filtrat yang diperoleh diukur absorbansinya pada panjang gelombang 663 dan 645 nm
Klorofil total (mg/L) = 20,2 A645 + A663

Pembahasan
  Kadar klorifil yang semakin tinggi berdasrkan pertambahan atau umur daun.Warna hjau daun sangat berkaitan erat dengan kandungan klorofil. Pada umumnya, semakin tua daun maka hijau warna daun akan semakin tinggi kandungan klorofilnya. Selain itu Struktur dan metabolisme daun tua telah lebih sempuran bila dibandingkan dengan daun muda dalam fotosintesis yang tinggi serta berpengaruh pada sintesis protein. Hal ini merupakan indikator pertama yang menunjukkan, bawasanya makin tua umur suatu daun maka akan semakin tinggi kadar klorofil yang dikandungnya.  Pada tanaman tingkat tinggi ada  2 macam klorofil yaitu klorofil-a (C55H72O5N4Mg) yang berwarna hijau tua dan klorofil-b (C55H70O6N4Mg) yang berwarna hijau muda. Klorofil-a dan b paling kuat menyerap cahaya di bagian merah (600-700 nm), sedangkan yang paling sedikit cahaya hijau (500-600 nm). Sedangkan cahaya berwarna biru dari spektrum tersebut diserap oleh karotenoid (Campbell, 2003).Tidak mempengaruhi jumlah klorofil. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Klorofil menyerap cahaya dan kemudian cahaya tersebut akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Fungsi pigmen bagi tumbuhan bermacam-macam. Pigmen pada bunga berfungsi untuk menarik perhatian penyerbuknya selain dengan aromanya. Zat hijau daun atau klorofil berfungsi menangkap energi cahaya dan mengkonversinya menjadi energi kimia (Salisbury, 2004).
Klorofil menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata (visible). Misalnya, cahaya matahari mengandung semua warna spektrum kasat mata dari merah sampai violet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap dengan baik secara merata oleh klorofil. Klorofil dapat menampung energi cahaya yang diserap oleh pigmen cahaya atau pigmen lainnya melalui fotosintesis, sehingga klorofil disebut sebagai pigmen pusat reaksi fotosintesis. Dalam proses fotosintesis tumbuhan hanya dapat memanfaatkan sinar dengan panjang gelombang antara 400-700 nm. Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa kandungan klorofil yang paling tinggi adalah pada daun pepaya yaitu 17,459 dan yang paling rendah adalah pada daun mahkota dewa yaitu 4,426
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
Kadar klorifil yang semakin tinggi berdasrkan pertambahan atau umur daun
Pada tanaman tingkat tinggi ada  2 macam klorofil yaitu klorofil-a (C55H72O5N4Mg) yang berwarna hijau tua dan klorofil-b (C55H70O6N4Mg) yang berwarna hijau muda
semakin tua daun maka hijau warna daun akan semakin tinggi kandungan klorofilnya
Klorofil menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata (visible)
kandungan klorofil yang paling tinggi adalah pada daun pepaya dan yang paling rendah adalah pada daun mahkota dewa

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, 2003. Plant Physiology. Third Edition.Wadsworth Publishing Co., Belmount, California
Dwi Hartoyo. 2012. CHOLOROPHYLL[ KLOROFIL ]. (Online) .(http://www.htysite.com/P-chloropyl.htm) diakses pada tanggal 16 November 2013
Hayati, 2010.  Klorofil dalam fotosintesis,    Fakultas   Pertanian Universitas      Tadulako, Palu.
Muthalib. A., 2009. Klorofil dan Penyebarannya.(online).( http://www.abdulmuthalib.com/2009/06/klorofil-dan-penyebarannya) diakses pada tanggal 16 November 2013Ross, Cleon W. - . Plant Physiology
Raven,Peter H.; Ray F.Evert and Susan E. Eichhorn. Biology of Plants. 3rd Ed. Worth Publisher. USA
Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 2004. Plant Physiology. Wadsworth Publ.Comp. Inc. USA
Santoso. 2004. Fisiologi Tumbuhan. Bengkulu :Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Taiz, Lincoln and Eduardo Zeiger. 2004. Plant Physiology. The Benjamin/ Cummings Publ.Comp.Inc. California

PRAKTIKUM PANGAN FUNGSIONAL DAN FITOKIMIA PANGANANALISA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN

Latar Belakang
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas dengan cara menyumbangkan elektronnya pada senyawa radikal bebas. Senyawa antioksidan dapat mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak. Berdasarkan sumbernya antioksidan dibagi menjadi antioksidan
endogen (berasal dari dalam tubuh) dan eksogen (berasal dari luar tubuh) (Kumalaningsih, 2007).
Antioksidan endogen merupakan antioksidan yang dapat disintesis oleh tubuh. Contoh dari antioksidan endogen antara lain superoksida dismutase (SOD), katalase, dan peroksidase. SOD merupakan salah satu jenis antioksidan endogen yang mampu mengkatalisis radikal bebas superoksida (•O2) menjadi hidrogen peroksida (H2O2), sehingga SOD disebut sebagai scavenger atau pembersih superoksida (•O2 -).
Antioksidan eksogen merupakan antioksidan yang diperoleh dari luar tubuh.
Antioksidan eksogen dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama sayuran, dan buah-buahan yang mengandung vitamin (vitamin A, C, dan E) dan mineral (Zn, dan Se). Vitamin E merupakan antioksidan eksogen yang paling umum digunakan.
Berdasarkan fungsinya, antioksidan dibagi menjadi empat, diantaranya antioksidan
primer, sekunder, tersier, dan oxygen scavenger.
Antioksidan primer adalah antioksidan yang berfungsi untuk mencegah terbentuknya radikal bebas baru, karena kemampuannya untuk merubah radikal bebas yang ada sebelum bereaksi. Contoh antioksidan primer di dalam tubuh manusia adalah enzim superoksida dismutase (SOD). Enzim ini sangat penting sekali, dikarenakan dapat melindungi sel-sel dalam tubuh akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas. Kinerja enzim ini dipengaruhi oleh beberapa mineral seperti Mn, Zn, Cu, dan Se (Kumalaningsih, 2007).
Antioksidan sekunder adalah senyawa penangkap radikal bebas yang mampu
mencegah terjadinya reaksi berantai, sehingga tidak terjadi kerusakan yang lebih hebat. Contoh antioksidan sekunder adalah vitamin C, vitamin E, dan betakaroten. Sedangkan antioksidan tersier merupakan senyawa yang dapat memperbaiki kerusakan sel ataupun jaringan yang disebabkan oleh radikal bebas. Metionin sulfoksidan reduktase merupakan contoh antioksidan tersier yang dapat memperbaiki DNA dalam sel. Oxygen scavenger adalah antioksidan yang dapat mengikat oksigen, sehingga tidak mendukung kelangsungan reaksi oksidasi oleh radikal bebas, misalnya vitamin C (Atmosukarto, 2003).
Berdasarkan cara memperolehnya, antioksidan dibagi menjadi dua, yaitu antioksidan alami dan sintetik. Jenis-jenis antioksidan sintetik yang banyak digunakan diantaranya adalah butylatedhydroxytoluene (BHT), Butylatedhydroxyanysole (BHA), tert-butyl hydroxyl quinon (TBHQ), propylgalatte (PG), nordihidroquairetic acid (NDGA) dan α- tokoferol. Antioksidan sintetik dapat membahayakan kesehatan, contohnya BHA dan BHT yang dapat menyebabkan pembengkakan organ hati .Selain itu, ada juga antioksidan alami, antioksidan alami diperoleh dari sumber-sumber alami seperti tumbuhan, dan dapat tersebar diberbagai bagian tanaman seperti kayu, kulit, akar, daun, bunga, buah, biji, rimpang, dan serbuk (Pratt, 2003). Sebagai mahasiswa teknologi hasil pertanian penting bagi kita untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari beberapa buah buahan.
Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk menganalisa aktivitas antioksidan dengan metode DPPH



II. TINJAUAN PUSTAKA
Antioksidan
Antioksidan adalah zat penghambat reaksi oksidasi akibat radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan asam lemak tak jenuh, membran dinding sel, pembuluh darah, basa DNA, dan jaringan lipid sehingga menimbulkan penyakit . Suatu tanaman dapat memiliki aktivitas antioksi dan apabila mengandung senyawaan yang mampu menangkal radikal bebas seperti fenol dan flavonoid. Radikal bebas adalah suatu molekul atau atom yang mempunyai 1 atau lebih elektron tidak berpasangan. Radikal ini dapat berasal dari atom hidrogen, molekul oksigen, atau ion logam transisi. Senyawa radikal bebas sangat reaktif dan selalu berusaha mencari pasangan elektron agar kondisinya stabil .
Radikal dapat terbentuk secara endogen dan eksogen. Radikal endogen terbentuk dalam tubuh melalui proses metabolism normal di dalam tubuh. Sementara radikal eksogen berasal dari bahan pencemar yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, pencernaan, dan penyerapan kulit . Radikal bebas dalam jumlah normal bermanfaat bagi kesehatan misalnya, memerangi peradangan, membunuh bakteri, dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah serta organ-organ dalam tubuh (Yuwono, 2009).
Sementara dalam jumlah berlebih mengakibatkan stress oksidatif. Keadaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan oksidatif mulai dari tingkat sel, jaringan, hingga ke organ tubuh yang mempercepat terjadinya proses penuaan dan munculnya penyakit (Yuwono 2009). Oleh karena itu, antioksidan dibutuhkan untuk dapat menunda atau menghambat reaksi oksidasi oleh radikal bebas.
Berdasarkan sumbernya, antioksidan dapat dibedakan menjadi antioksidan endogen dan eksogen. Antioksidan endogen terdapat secara alamiah dari dalam tubuh sedangkan antiosidan eksogen dari luar tubuh . Antioksidan eksogen sendiri dibedakan menjadi antioksidan alami dan sintetik .
Metode DPPH
Uji Pendahuluan :
Senyawa hasil isolasi ditotolkan di atas plat KLT, kemudian kromatogram dikeringkan dan disemprot dengan larutan DPPH 1 mM dalam metanol. Setelah 30 menit kromatogram diamati, dimana senyawa yang aktif sebagai antioksidan menunjukkan noda kuning dengan latar ungu (Chaca, 2003; Conforti, 2002).  Penentuan Panjang Gelombang Maksimum (λmaks) DPPH:  Sebanyak 9 ml metanol p.a. ditambahkan ke dalam 1 ml larutan DPPH 1 mM, dikocok dengan kuat dan disimpan dalam ruang gelap selama 30 menit, kemudian diukur absorbansnya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Absorbans yang paling besar, dilihat panjang gelombangnya dan dijadikan panjang gelombang maksimum (λmaks).
Penentuan Nilai IC50:
Senyawa hasil isolasi dilarutkan ke dalam metanol p.a. sehingga diperoleh beberapa variasi konsentrasi. Sebanyak 9 ml larutan senyawa hasil isolasi ditambahkan ke dalam 1 ml larutan DPPH 1 mM, dikocok dengan kuat dan disimpan dalam ruang gelap selama 30 menit, kemudian diukur absorbansnya menggunakan spektrofotometer UV-Vis (Vankar, 2006; Molyneux, 2004; Han, 2004). Nilai IC50 dihitung dari interpolasi pada grafik hubungan antara konsentrasi larutan uji dan daya antioksidan, kemudian dibandingkan dengan nilai IC50 larutan standar vitamin C yang dihitung dari interpolasi pada grafik hubungan antara konsentrasi vitamin C dan daya antioksidan. Nilai IC50 merupakan konsentrasi penghambatan 50% terhadap radikal bebas DPPH dari senyawa murni hasil isolasi. Besarnya daya antioksidan dihitung dengan rumus pada persamaan
Daya antioksidan = Absorbans kontrol – Absorbans sampel x 100%
Absorbans kontrol

PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tempat dan Waktu
Praktikum Pangan Fungsional dan Fitokimia dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian  Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Pada Hari Senin tanggal 7 Oktober 2013 Pukul 11.30 - 13.00 WIB.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam analisa total fenol adalah : l).tseaker celas. 2).Blender. 3).Neraca analitik, 4).Penangas air. 5).Penjepit tabung reaksi. 6).Piper tetes. 7).Rak raburng reaksi. 8).Spatula. 9).Tabung reaksi. Bahan yang  digunakan pada praktikum analisa total fenol adalah : l).Aquadest. 2).Etanol 95%. 3).Folin Ciocalteu 50%. .4).Na:COr. 5).Teh Bendera. 6;.Teh cap daun. 7;.Teh kepala jenggot. 8). Teh zeppelin.
Cara kerja
Cara kerja praktikum analisa total fenol ini adalah :
Sebanyak 10 mg sampel uji dilarutkan dengan 2ml etanol 95% dan dikocok dengan vorteS selama- 2 menit.
Sebanyak 0,5 ml campuran sampel dicanrpurkan dengan 0-5ml etanol 95%, dan 2-5 rnl air aquadest.
Folin ciocalteu 50% sebanyak 2,5 ml ditambahakan kedalam campuran sampel
Campuran dihomogenisasi menggunakan vortex dan didiamkan selama 5 menit
Sebanyak 1 ml Na2CO3 ditambahkan kecampuran
Campuran dihomogenisasi dengan vortex. Lalu didiamkan selama 30 menit dalam ruang gelap.
Larutan blanko dibuat sesuai cara kerja tanpa penambahan sampel
Pengukuran absorbansi sampel dan blanko dilakukan dengan spektrofotometer




Pembahasan
  Manfaat produk berantioksidan ditentukan oleh tingkat aktivitas antioksidannya. Pengukuran aktivitas antioksidan perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi antioksidan dari produk intermediet sebelum dan setelah diolah menjadi minuman fungsional. Beragam metode pengukuran telah dikembangkan untuk mengukur karakteristik total antioksidan, tetapi tidak ada yang benar-benar ideal . Metode pengukuran aktivitas antioksidan tersebut akan mendeteksi karakteristik yang berbeda dari antioksidan dalam sampel Hal ini menjelaskan mengapa metode pengukuran aktivitas yang berbeda akan mengacu pada pengamatan mekanisme kerja antioksidan yang berbeda pula (Hasannbaglou, 2012). Pengukuran aktivitas antioksidan dalam menangkal radikal bebas dapat dilakukan dengan bermacam metode seperti DPPH, ORAC, dan ABTS (TEAC). Dalam praktikum ini yang digunakan adalah pengukuran aktivitas antioksidan dengan metode analisa DPPH.
Kelebihan dari metode pengujian DPPH adalah telah banyak digunakan di dunia dan mudah diterapkan karena senyawa radikal yang digunakan bersifat relatif stabil dibanding metode lainnya. Prinsip dari uji ini adalah adanya donasi atom hidrogen dari substansi yang diujikan kepada radikal DPPH yang ditunjukkan oleh perubahan warna. Menurut Karadag (2009), penentuan aktivitas antioksidan berdasarkan perubahan absorbansi DPPH harus diperhatikan karena absorbansi radikal DPPH setelah bereaksi dengan antioksidan dapat berkurang oleh cahaya, oksigen dan tipe pelarut.Karakter utama senyawa antioksidan adalah kemampuannya untuk menangkap radikal bebas (Prakash, 2001). Pengujian antioksidan menggunakan DPPH adalah dengan cara menghitung seberapa banyak radikal bebas yang berhasil ditahannya atau yang biasa dikenal dengan IC50.
Hasil pngujian dan perhitungan dibuat kurva linear antara konsentrasi larutan uji dengan % peredaman DPPH dan ditentukan harga IC50, yakni konsentrasi larutan uji yang memberikan peredaman DPPH sebesar 50%. Harga IC50 umum digunakan untuk menyatakan aktivitas antioksidan suatu bahan uji dengan metode peredaman radikal bebas DPPH (Molyneux, 2004).
Berdasarkan pada hasil perhitungan IC50 dapat diketahui bahwa yang memperoleh nilai paling tinggi adalah jus mangga sedangkan yang paling rendah adalah jambu biji. Hal ini menunjukkan bahwa mangga memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sampel uji yang lain karena memiliki daya redam radikal bebas yang cukup tinggi. Sedangkan yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling rendah adalah jambu biji karena memiliki nilai redam radikal bebas yang rendah pula.


KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
Antioksidan yang bersumber dari buah buahan disebut juga sebagai antioksidan alami.
Antioksidan dalam buah buahan atau tumbuhan biasanya berupa vitamin
Pengukuran antioksidan menggunakan metode DPPH lebih mudah karena menggunakan senyawa radikan yang lebih stabil
Pengukuran antioksidan berdasarkan pada seberapa banyak radikal bebas yang dapat diredam oleh antioksidan atau dikenal dengan IC50
Aktivitas antioksidan yang paling tinggi adalah pada buah mangga sedangkan yang paling rendah adalah jambu biji.



DAFTAR PUSTAKA
A.H. Yuwono, 2009, Teori dasar pengujian mekanik pada material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Jakarta.
Atmosukarto.2003.mencegah penyakit degeneratif dengan makanan.cermin dunia kedokteran.140:41-49
Chacha, M., Moleta, G.B., Majinda, R.R.T. 2003. Antimycrobial and Radical Scavenging Flavonoids from the Stem Wood of Erythrina latissima. Phytochemistry,66,99-104
Conforti, F. 2002. Antioxsidant activity of metanolic extract of hypericum Triquetrifolium turra aerial part. Fitoterapia. 73:479-483.
Han LK et al. 2004. “Reduction of fat storage in mice fed a high-fat diet long term by treatment with saponins prepared from Kochia scoparia fruit”. [artikel]. Phytoteraphy Research. 20
(10): 877-882.
Hassanbaglou, B., Hamid, A. A., Roheeyati, A. M., Saleh, N. M., Abdulamir, A. S., Khatib, A., Sabu, M. C. 2012. Antioxidant Activity of Different Extracts From Leaves of Pereskia bleo (Cactaceae), Journal of Medicinal Plants Research Vol. 6 (15): 2932-2937
Karadag, A. Ozcelik, B., Saner, S. 2009. Review of Methods to  Determine Antioxidant Capacities, Food Analytical Methods Vol. 2:41-60.
Kumalaningsih. 2007. Antioksidan Alami Penangkal Radikal Bebas. Trubus Agrisarana. Surabaya.
Molyneux P. 2004. The use of the stabel free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Songklanakarin Journal Science Technology. 26(2): 211-219.
Prakash, S.2001.proverty and inveroment Linkages: Reflection on the proverty trap thesis. CREED working paper No 12, february, 1997.
Pratt.2003.Naturall antioxidant not commercially.didalam BJF Hudson.Editor, London: Elsevier Alphed Science.
Vankar, P.S., Tiwari, V., Singh, L.W., Swapana, N., 2006, ”Antioxidant Properties of Some Exclusive Species of Zingiberaceae Family of Manipur”, EJEAFChe, 5(2), 1318-1322.

PRAKTIKUM PANGAN FUNGSIONAL DAN FITOKIMIA PANGANANALISA TOTAL FENOL

Latar Belakang
Teh merupakan jenis minuman yang digemari oleh masyarakat dan sangat bermanfaat, terbuat dari pucuk tanaman teh (Camellia sinensis) melalui proses pengolahan tertentu. Berdasarkan prosesnya, teh dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu teh hijau, teh hitam, dan teh oolong. Teh hijau merupakan teh yang berasal dari pucuk daun teh yang sebelumnya mengalami pemanasan dengan uap air untuk menonaktifkan enzim oksidase atau fenolase sehingga oksidasi terhadap katekin dapat dicegah (Hartoyo, 2003). Teh hitam merupakan teh yang berasal dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan layu sebelum digulung, kemudian daun-daun tersebut dibiarkan selama beberapa jam sebelum dipanaskan dan dikeringkan. Selama itu, enzim yang terdapat pada daun-daun teh akan mengkatalisis reaksi oksidasi senyawa-senyawa yang ada di dalam teh sehingga menghasilkan warna, rasa, dan aroma. Teh oolong merupakan teh yang dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses rolling (penggulungan daun) dengan tujuan untuk menghentikan proses fermentasi (Hartoyo, 2003).
Teh mengandung berbagai macam komponen aktif yang mempunyai fungsi tertentu di dalam tubuh. Komponen aktif dalam teh yang mempunyai kemampuan antioksidan paling efektif adalah polifenol (Miean dan Mohamed, 2010). Polifenol merupakan komponen bioaktif pada teh yang merupakan kunci utama khasiat teh. Senyawa polifenol dapat berperan sebagai penangkap radikal bebas (antioksidan) hidroksil (OH*) sehingga tidak mengoksidasi lemak, protein, dan DNA dalam sel.
Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk menganalisa kadar fenol total pada sampel uji beberapa teh hitam dan teh hijau.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Teh
Teh merupakan minuman yang sangat popular. Di Indonesia, kebiasaan minum teh lebih ditujukan untuk mendapatkan kenikmatan. Berbeda dengan masyarakat Cina atau Jepang, mereka mengkonsumsi teh untuk mendapatkan khasiatnya yang menyehatkan. Teh hijau memiliki banyak khasiat antara lain menurunkan kolesterol darah, mengurangi kadar gula dalam darah, menurunkan berat badan, mencegah arthritis, kerusakan hati, gigi berlubang, dan keracunan, dan juga sebagai antioksidan, antikanker, antimikroba. Salah satu khasiat teh hijau sebagai antikanker terdapat pada kandungan terbesar teh hijau yaitu senyawa epigallokatekin galat (EGCG), yang merupakan salah satu bentuk polifenol. Semakin tinggi kandungan polifenolnya, akan semakin baik hasilnya terhadap pencegahan berbagai macam penyakit. Menurut penelitian, dibutuhkan 3 – 10 cangkir teh hijau setiap hari untuk mendapatkan khasiat – khasiat di atas. Pada studi yang melibatkan 262 pria Jepang berusia 30 ke atas, Sasazuki et al. (2010) membuktikan bahwa mereka yang mengkonsumsi teh hijau 2-4 cangkir sehari mempunyai risiko menderita aterosklerosis yang lebih rendah. Peneitian pada 9510 perempuan Jepang di atas 40 tahun membuktikan bahwa angka kejadian stroke akan lebih rendah pada populasi yang minum teh hijau 3-5 cangkir sehari dibandingkan dengan yang minum kurang dari itu.
Khasiat utama teh berasal dari senyawa polifenol yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang masih muda. Daun teh hijau memiliki kandungan 15-30% senyawa polifenol. Teh hijau diolah melalui inaktivasi enzim polifenol oksidase yang terdapat di dalam daun teh tanpa mengalami proses fermentasi. Hal ini berbeda dengan teh lainnya yang mengalami proses semifermentasi maupun fermentasi. Perbedaan dari proses pengolahan teh tersebut berpengaruh pada kandungan polifenolnya. Kandungan polifenol dalam daun teh juga dipengaruhi oleh cuaca, varietas, jenis tanah, dan tingkat kematangan daun ketika dipetik. Oleh karena itu produk teh hijau yang dijual di pasaran diduga memiliki kandungan polifenol yang berbeda.











PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tempat dan Waktu
Praktikum Pangan Fungsional dan Fitokimia dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian  Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Pada Hari Senin tanggal 7 Oktober 2013 Pukul 11.30 - 13.00 WIB.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam analisa total fenol adalah : l).tseaker celas. 2).Blender. 3).Neraca analitik, 4).Penangas air. 5).Penjepit tabung reaksi. 6).Piper tetes. 7).Rak raburng reaksi. 8).Spatula. 9).Tabung reaksi. Bahan yang  digunakan pada praktikum analisa total fenol adalah : l).Aquadest. 2).Etanol 95%. 3).Folin Ciocalteu 50%. .4).Na:COr. 5).Teh Bendera. 6;.Teh cap daun. 7;.Teh kepala jenggot. 8). Teh zeppelin.
Cara kerja
Cara kerja praktikum analisa total fenol ini adalah :
Sebanyak 10 mg sampel uji dilarutkan dengan 2ml etanol 95% dan dikocok dengan vorteS selama- 2 menit.
Sebanyak 0,5 ml campuran sampel dicanrpurkan dengan 0-5ml etanol 95%, dan 2-5 rnl air aquadest.
Folin ciocalteu 50% sebanyak 2,5 ml ditambahakan kedalam campuran sampel
Campuran dihomogenisasi menggunakan vortex dan didiamkan selama 5 menit
Sebanyak 1 ml Na2CO3 ditambahkan kecampuran
Campuran dihomogenisasi dengan vortex. Lalu didiamkan selama 30 menit dalam ruang gelap.
Larutan blanko dibuat sesuai cara kerja tanpa penambahan sampel
Pengukuran absorbansi sampel dan blanko dilakukan dengan spektrofotometer
Pembahasan
Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polifenol. Polifenol merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alami terdapat pada sayur - sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur (Pambudi, 2004). Polifenol ini mempunyai kemampuan untuk menghambat reaksi oksidasi dan menangkap radikal bebas. Selain itu, polifenol juga mempunyai aktivitas sebagai antioksidan dan antiradikal. Kadar polifenol dipengaruhi oleh proses pengolahan teh dan kadar polifenol dalam daun teh.
Komponen fenol yang dihitung pada praktikum ini adalah komponen fenol keseluruhan yang terdapat di dalam teh sehingga disebut sebagai total fenol. Total fenol hasil analisa total fenol pada beberapa sampel teh menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap jenis teh, pada teh bendera menunjukkan total fenol yang paling tinggi yaitu 1,74 mg/L. Kemudian teh zeppelin 1,72 mg/L dan teh kepala jenggot 1,70 mg/L serta teh cap daun yang memiliki total fenol paling rendah yaitu 1,67 mg/L.Walaupun keempat jenis teh ini berasal dari tanaman yang sama (Camellia sinensis), terdapat perbedaan yang cukup berarti dalam kandungan polifenolnya (senyawa yang diyakini bermanfaat bagi kesehatan) sehingga kapasitas (aktivitas) antioksidan pada teh pun berbeda-beda. Kandungan fenol dalam teh  dipengaruhi oleh cuaca (iklim), varietas, jenis tanah, dan tingkat kemasakan (Sibuea, 2003).
Perbedaan kandungan polifenol pada berbagai jenis teh, terutama dipengaruhi oleh tahapan fermentasi pada saat pengolahannya. Pada awal tahap fermentasi, akan terbentuk theaflavin dan berkurangnya jumlah polifenol (epigalokatekin, epigalokatekin galat, atau epikatekin galat). Pada akhir tahap fermentasi, sebagian theaflavin akan diubah menjadi thearubigin. Komponen polifenol mudah teroksidasi menjadi bentuk lain yang dapat mengurangi kemampuannya sebagai antioksidan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         












KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
Fenol merupakan senyawa antioksidan alami yang terdapat dalam teh
Fenol yang diuji adalah fenol keseluruhan dari sampel sehingga disebut sebagai total fenol
Pengukuran total fenol menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 280
Kandungan fenol yang paling tinggi adalah pada teh bendera dan yang paling rendah adalah teh cap daun
Perbedaan total fenol teh dipengaruhi oleh jenis dan cara pengolahan teh.










DAFTAR PUSTAKA
Hartoyo, A. 2003. Teh dan Khasiatnya bagi Kesehatan. Kanisius, Yogyakarta.
Miean, K.H. dan S. Mohamed. 2010. Flavonoid (myricetin, quercetin, kaempferol,  luteolin, dan apigenin) content of edible tropical plants. J. of Agricultural and Food Chemistry 49: 3106-3112.
Pambudi, J. 2004. Potensi Teh sebagai Sumber Zat Gizi dan Perannya dalam Kesehatan. http://www.ipard.com/art_perkebun/Jul04-06_jp.asp.(online). (diakses pada tanggal 20 Oktober 2013)
Sibuea, P. 2003. Minuman Teh dan Khasiatnya bagi Kesehatan. http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2004/0528/kes2.html. (online).(diakses pada tanggal 20 Oktober 2013)
Yang C Sasazuki,Chung JY, Yang GY, Li C, Meng X, Lee MJ. Mechanisms of inhibition of carcinogenesis by tea. J. Nutr. 2010: 13(1-4): 73-9.












LAMPIRAN HASIL
Standar asam galat
Y = 24.37x – 39.93
Y = absorbansi sampel
X = total fenol
Teh Bendera
Rata-rata Absorbansi Sampel = (I + II + III) / 3
    = (0.963 + 0.850 + 0.569) / 3
      = 2.38
Total fenol = absorbansi sampel – ( - 39.93 )  = 2.38 + 39.93 = 1.74 mg/L
24.3724.37
Teh Zapplin
Rata-rata Absorbansi Sampel = (I + II + III) / 3
    = ( 0.281 + 0.763 + 0.970 ) / 3
      = 2.01
Total fenol = absorbansi sampel – ( - 39.93 )  = 2.01 + 39.93 = 1.72 mg/L
24.3724.37
Teh Tjap Daun
Rata-rata Absorbansi Sampel = (I + II + III) / 3
    = ( 0.160 + 0.286 + 0.348 ) / 3
      = 0.79
Total fenol = absorbansi sampel – ( - 39.93 )  = 0.79 + 39.93 = 1.67 mg/L
24.3724.37
Teh Kepala Djenggot
Rata-rata Absorbansi Sampel = (I + II + III) / 3
    = ( 0.627 + 0.107 + 0.744 ) / 3
      = 1.478
Total fenol = absorbansi sampel – ( - 39.93 )  = 1.48 + 39.93 = 1.70 mg/L
24.3724.37
LAMPIRAN GAMBAR
Standar Asam Galat

pencarian lain